Powered by Blogger.
RSS

Untuk Apa Menulis (Blog)?

salah satu postingan favorit saya yang dibuat setahun yg lalu

Untuk apa menulis (blog)?

Saya yakin banyak sekali jawaban yang dapat diajukan untuk pertanyaan di atas. Namun kali ini saya akan membahas esensinya saja. Untuk itu kita harus membahas tentang 'menulis' terlebih dahulu.

Menulis bagi saya sendiri adalah kebutuhan. Menulis merupakan salah satu bentuk kebutuhan esensial yang dapat memelihara keseimbangan jiwa (ini ga berat bahasanya teman-teman :D). Saya serius, karena saya merasakan sekali manfaat dari menulis.

Misalnya saja, contoh kecilnya saya pernah nggak jadi marah-marah sama seseorang gara-gara menulis. Hal itu dikarenakan saya memutuskan mengubah alasan saya marah pada seseorang itu menjadi suatu bentuk tulisan pribadi. Ujung-ujungnya amarahnya reda sendiri, kemudian dalam keadaan tenang saya jadi bisa berpikir ulang. Apakah orang itu benar-benar salah? Kayaknya nggak juga. Mungkin dia punya alasan tersendiri yang dapat kita mengerti. Terus sebenarnya apa sih manfaat marah-marah ke orang itu? Kayaknya cuma bakal nambah-nambah masalah deh. Pokoknya banyak deh yang bisa dipikirkan ulang.

Sip, gara-gara menulis saya berhasil memblokir sebuah hal yang dapat berkembang menjadi masalah bagi diri saya sendiri. 

Menuliskan apa yang kita rasakan itu ibarat membersihkan sampah-sampah kotor dalam batin kita. Ya sampah iri, sampah dengki, sampah kekecewaan, sampah kemarahan, kesedihan, keraguan, ketakutan. Coba bayangkan jika kita rajin-rajin membersihkan sampah-sampah itu minimal sehari sekali saja (rajin menuliskan apa yang kita rasakan setiap hari). Betapa bersihnya jadinya batin kita, bebas dari sampah-sampah yang bikin nggak produktif itu. Yang tinggal hanyalah perasaan-perasaan positif yang bakal mendorong kita untuk terus maju. Gimana? kebayang kan asiknya^^.

Nah, sekarang baru kita membahas mengenai menulis (blog). Dalam menulis blog tentunya kita tetap tidak boleh kehilangan esensi menulis itu tadi. Memelihara keseimbangan jiwa. Membuat kita merasa lebih tenang dan pikiran kita menjadi jernih. Membersihkan 'sampah-sampah' perasaan non-produktif yang mengotori jiwa kita itu.

Jadi jika habis membuat tulisan di blog kita malah stress ada yang nge-like nggak ya, ada yang komen nggak ya, ada yang nge-share nggak ya, pageviews bakal nambah nggak nih, ranking alexa bakal mengurus nggak ya. Kalau setelah menulis kita malah pusing memikirkan semua itu, berarti kita mulai kehilangan esensi yang tadi kita bahas.

Tapi, bukan berarti semua itu nggak boleh, lho. Semua itu boleh-boleh aja, tapi untuk sebuah alasan yang benar. Yaitu, kita ingin bahwa manfaat menulis dan manfaat tulisan itu tadi tidak berhenti sampai di kita saja. Kita ingin menyebarkan manfaat itu ke orang-orang lain dan kita merasa ada kepuasan tersendiri ketika orang lain mendapatkan manfaat dari tulisan itu.

Jadi tujuan memasang tombol like, share, sibuk pasang link di sana-sini, sibuk promosi blog ke grup ini-itu bukan sekedar mempopulerkan blog, meningkatkan pageviews, meningkatkan pemasukan iklan, dan alasan-alasan lain yang sifatnya sebenarnya bonus. Tujuannya yang paling esensi adalah memperluas jaringan pembaca blog kita agar semakin banyak orang yang mendapatkan manfaat dari tulisan kita tersebut.

Tapi ini kembali lagi ke tujuan awal pembuatan blog masing-masing. Soalnya ada juga yang dibuat memang untuk kepentingan promosi.

Selain itu, khusus menulis blog, tulisan yang membuat batin dan jiwa kita merasa lebih sehat nggak melulu tentang perasaan kita lho, teman-teman. Tulisan-tulisan yang bersifat pengetahuan, informasi, blog tutorial, dan lain sebagainya, juga dapat menyehatkan si penulis. Kenapa? karena berbagi ilmu tentunya. Kata orang ilmu jika semakin dibagi maka akan semakin diingat oleh pemiliknya. Selain itu tentunya ada rasa kepuasan tersendiri ketika dapat berbagi ilmu/informasi yang bermanfaat kepada orang lain, itu menyehatkan juga lho, teman-teman.^^

Jadi ketika tulisan kita nggak ada yang komen, nggak ada yang share, nggak ada yang nge-like jangan sedih. Langsung nanya ke diri kita sendiri, kita sendiri merasa lebih sehat nggak pikiran dan batinnya setelah membuat tulisan tadi? Jika ya, that's good, berarti kita tidak kehilangan esensi dari menulis yang sebenarnya. :)

Keep writing ^_^




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

6 komentar:

Chaidir Precious said...

Waah.. setuju banget deh dengan tulisan nya ini!! ^_^
Gimanapun juga menulis itu pasti banyak manfaatnya,,
Dengan menulis paling tidak otak kita bisa terpacu untuk berpikir lebih kritis dan kreatif.. Disitu lah yang bikin enaknya, setiap pikiran kita bisa tersalurkan menjadi sebuah tulisan, jadi gak cuman nguap di kepala aja..
Salam Kenal Mbak Varla Dhewy!! :-)

Varla Dhewy said...

Iya bener banget Mas Chaidir, batin tenang dan otak pun menjadi terasah, Hidup Menulis ^_^
Iya salam kenal juga ya Mas Chaidir... Terima kasih banget lho sudah mampir :)

Langit Khatulistiwa said...

Wah, ceritanya menarik sekali mbak Varla, sangat menginspirasi tetap menulis dan berbagi ya... :D

Varla Dhewy said...

makasih banyak... :D :D :D

Delyanet Karmoni said...

setuju kak varla... :D

http://www.delyanet.com/2013/12/mengapa-saya-nge-blog.html

Varla Dhewy said...

wkwkwkwkwk maaciihh dek eh kak yanet :D :D :D v(^,^)v

Post a Comment

Silakan berikan komentar Anda mengenai postingan ini, terima kasih :)

Silakan mengisi buku tamu :)