Powered by Blogger.
RSS

Dua Ulat Kecil dengan Mata yang Imut Menyelamatkan Saya dari Marah =)



Assalammualaikum...
Long time gak ngisi blog, ini pasti bang jani sama kakak yanet langsung ngadain syukuran 7 hari 7 malem dan pasti saya diundang buat makan :P

Banyak sekali yang terjadi belakangan ini dan sepertinya cerita-cerita itu numpuk di kepala, namun bolehlah saya keluarkan sedikit-sedikit yang kira-kira baik untuk disharing dan gak terlalu privat (uhuk uhuk). >.<

Mungkin dimulai dari foto di atas. Ini buatan salah satu murid saya sebagai tugas praktek menggambar tumbuhan. Karena terlalu sibuk dengan materi, praktek baru dapat diadakan di akhir semester setelah ulangan umum. Well, ceritanya selain tugas menggambar tadi juga ada tugas mengerjakan latihan soal. Hari itu di depan kelas saya sedang mengecek satu-satu kelengkapan tugas-tugas yang dikumpulkan oleh murid. Murid saya yang bernama Daniel ini tidak saya temukan tugas mengerjakan latihannya, namun Daniel mengaku sudah mengumpulkan. Saat itu ia terlihat kesal dan membuat saya ikut merasa kesal. Akhirnya saya menyuruh Daniel memeriksa kembali meja saya di kantor (karena tugas dikumpulkan di meja saya) sementara saya lanjut memeriksa tugas menggambar tumbuhan.

Untuk tugas ini, gambar Daniel terletak paling atas. "Tugas Biologi dari Bu Parla" tulisnya di kiri atas kertas. Gambarnya adalah gambar tanaman sawi..., dengan dua ulat kecil yang merayap di atasnya dan ulat itu punya mata.... yang imut >.<

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengalaman Mengajar: Doni dan Organisme Bersel Satu

Satu cerita mengesankan hadir dalam aktivitas mengajar SMA saya minggu ini. Minggu ini adalah minggu ketiga pertemuan kelas biologi kelas X. Sesuai rencana, sebelum dimulainya kelas saya memberikan kejutan pada siswa berupa kuis tanya-jawab. Selain memang senang mengejutkan siswa :D, di sisi lain saya juga ingin mengevaluasi apakah para siswa dapat memahami pelajaran yang saya berikan. Paling tidak apabila ada kekurangan saya dapat mengetahuinya lebih awal.

Ada seorang siswa yang sangat pendiam, sebut saja namanya Doni. Selain pendiam, Doni juga kaku seperti es, termasuk pada gurunya. Hal ini saya tangkap ketika saya menyebutkan namanya dalam diskusi. Jadi di awal pertemuan saya berusaha membangun pemahaman siswa bahwa tujuan dari belajar biologi bukan hanya sekedar untuk mendapatkan biologi... atau untuk sekedar naik kelas, namun juga untuk mengenal Tuhan.

Saya berkata,"Misalnya saja Doni mendapat sebuah surat cinta. Sebuah surat yang berisikan pujian, Doni kamu yang terganteng, kamu yang paling sempurna, kamu begitu indah, aku mencintaimu bla bla bla dan seterusnya. Surat itu tanpa nama pengirim. Nah, penasaran gak siapa yang mengirimnya?"

Aku menoleh pada Doni dan Doni menatap saya kaku. Tersenyumlah atau apapun, kata saya dalam hati. Seisi kelas terbawa cerita, namun Doni hanya melihat saya tanpa ekspresi. Saya menangkap sedikit perasaan tidak suka di wajahnya karena dilibatkan dalam cerita. Entahlah.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belajar dari Seorang Pengamen...

Aku bangga padamu yang mencari kehidupan dengan jalan yang halal.
Bernyanyi sepenuh hati walau penontonmu hanyalah sekelompok orang yang sedang makan di sebuah restoran.
Tidak begitu saja pergi hanya karena orang-orang telah memberikanmu uang.
Namun menyelesaikan lagunya hingga pada penghabisan.
Tetes keringat yang mengalir di wajahmu membangunkan hati manusia yang sedang tidur dari bersyukur.
Tetes keringat yang juga menjadi saksi jihadmu.
Jihad mencari rezeki yang halal.
(Khatulistiwa terik, 12 Agustus 2015, memulai jalan yang baru)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Waktu adalah Keajaiban


Haihai kali ini saya mau cerita^^

Beberapa waktu lalu saat sedang membuka facebook, terlihatlah oleh saya foto seorang teman, sebut saja namanya A. Dalam foto itu A berpose bersama istri dan anak perempuannya yang masih balita. Anak perempuan yang cantik sekali.

A adalah teman saya semenjak di taman kanak-kanak, SD, kemudian SMP, hanya saja kami berpisah sekolah ketika SMA. Senang sekali melihat A saat ini telah menjadi seorang laki-laki dewasa, seorang suami, bahkan seorang bapak. Sulit dipercaya bahwa A adalah anak laki-laki nakal yang saya kenal sejak belasan tahun yang lalu.

A adalah anak laki-laki paling menyebalkan yang saya kenal. Suka mengolok-olok, jahil, namun kenakalannya masih dalam batas wajar. Pada dasarnya dia anak yang baik. Karena A menyebalkan, saya kesal sekali ketika diolok-olok pacaran dengan A. Ingat kan zaman SD dulu kita suka sekali mengolok-olok si A pacaran dengan si B, si C pacaran dengan si D, hanya karena mereka duduk satu bangku atau satu kelompok tugas atau pernah pergi ke kantin barengan, hihi. Tapi sejujurnya gak ada yang pacaran beneran kayak di sinetron anak-anak zaman sekarang, hadeeehhh -__-"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hobi Baru Setor Foto di Instagram^^


Belakangan ini saya punya hobi baru, yaitu setor foto di instagram. Bisa dibilang ini gara-gara kakak saya yang ketagihan duluan. Jadi ada banyak akun di instagram yang setiap hari memberikan tema foto tertentu untuk hari itu. Kemudian para follower-nya pun beramai-ramai -istilahnya menyetor- foto pada akun tersebut. Buah akhirnya jika foto kita dinilai bagus maka akan di-grid, atau di-collage/digabung dengan foto-foto pemenang lain lalu direpost ulang oleh si pemilik akun sehingga seluruh follower bisa melihatnya.


Tidak ada nominal yang dihasilkan dari kegiatan ini, kecuali mungkin saja kita mendapat gift jika menang. Itu pun apabila kebetulan ada sponsor yang turut serta (biasanya online shop). Namun mengapa kegiatan ini bisa bikin ketagihan? Hehe di sini akan saya jabarkan alasannya.

Pertama, apresiasi. Ya, apresiasi yang diberikan oleh follower lain baik dalam bentuk like atau komentar. Hal ini merupakan kepuasan tersendiri. Saya merasakan pada saat baru mulai ikut teknik foto saya sangat sederhana sekali (waktu itu masih asal ikut :D), namun tetap di-like oleh banyak follower lain. Yah lepas dari mereka nge-like bukan karena foto saya bagus namun karena kebersamaan (karena sama-sama mengikuti) atau karena juga berharap di-like. Hal itu bagi saya sah-sah saja, sebab kami ibarat murid-murid dalam satu kelas yang saling mendukung satu sama lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Antara PNS dan Hasrat Diri


I'm back.
Setelah lama tidak mengisi blog akhirnya dengan gembira dan penuh syukur saya kabarkan bahwa saya telah merampungkan amanah S1 yang sempat tersendat-sendat kemarin. Blog ini menemani saya selama masa-masa sulit itu. Bahkan, blog ini pertama kali dibuat ketika saya sakit dan tidak bisa mengerjakan penelitian. Menuliskan apa yang saya rasakan baik suka maupun duka ternyata sangat meringankan beban saya dan membantu saya untuk sembuh. Walaupun pada akhirnya ketika kondisi saya sudah lebih baikan, keadaan menuntut saya untuk fokus pada amanah yang sedang saya jalani. Alhamdulillah, karena Allah Maha Besar dan Maha Menepati Janji, fase-fase itu pun telah lewat dan tergantikan dengan berkah-Nya yang luar biasa.

Anyway, sebenarnya setelah lulus ini saya hendak meneruskan cita-cita yang telah lama tertunda. Saya ingin bekerja di bidang kepenulisan semisal koran atau majalah. Lucunya semenjak kecil saya sangat ingin bekerja di majalah. Saya ingat waktu kecil saya sampai membuat majalah-majalahan sendiri dari buku tulis..., hihihi. Kavernya saya gambar sendiri, saya yang jadi redaksi, saya pula yang menulis surat-surat pembaca kepada redaksinya. Artis-artisnya juga saya yang buat sendiri, namanya Yolanda Stefani, Nana Nandika (untung bukan Caca Handika :D), entah dapat darimana nama-nama itu, dasar pengkhayal! (^,^)

Sayangnya keinginan saya tampaknya tak semulus khayalan masa kecil saya. Pertama, di kota saya belum ada kantor majalah lokal. Kedua, saya tidak bisa (dan tidak ingin) meninggalkan kota saya karena punya amanah yaitu kedua orangtua saya (mengingat posisi saya sebagai anak terakhir). Ketiga, respon dari keluarga....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

.......



Ada rindu yang tak dapat lagi tersampaikan
Telah hancur dan pupus jadi abu
Ketika kau membaca tulisan ini aku ingin engkau melipat baik-baik kenangan
Lalu sisipkan pada sudut paling dalam di hatimu 
Suatu saat jika kau mempertanyakan jalanmu,
Mungkin saja kenangan itu akan bergulir keluar 
Di saat itu gunakanlah ia untuk berjalan kembali ke masa lalu
Untuk mengecap kembali senyum-senyum yang pernah hadir
Semoga bisa menjadi pelipur laramu 
Jika rindu itu... kembali mengganggu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

.......


Aku mencarimu hingga ke ujung jalan yang berliku

Namun aku tak bertemu denganmu

Aku bicara padamu dari sudut terdalam dihatiku

Namun kau tak mendengarku

Aku menyebrangi keramaian berharap dapat berpapasan denganmu

Tetapi bayangmu sekalipun tak berkenan menghampiriku

Aku tua dalam rindu

Nestapa dalam tanya

Kau adalah kepahitan yang ingin kutemukan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Silakan mengisi buku tamu :)