Powered by Blogger.
RSS

Syukur Itu...

Syukur itu hal besar yang dapat dirasakan melalui hal-hal kecil.


Ternyata kebahagiaan itu tak hanya dapat kita rasakan ketika kita mendapatkan hal-hal besar. Kebahagiaan juga dapat datang dari hal-hal yang mungkin dianggap remeh oleh kebanyakan orang. Semuanya bergantung pada keadaan diri masing-masing orang. Misalnya saja sebungkus nasi mungkin hal yang kecil bagi seorang pemimpin perusahaan dengan omzet milyaran. Namun bagi seorang gelandangan yang hidup terkatung-katung di jalanan dan kesusahan mendapatkan makanan? Sebungkus nasi tersebut adalah anugerah yang luar biasa!

Dengan memahami perbedaan dalam memandang besar-kecilnya suatu hal, kita dapat belajar mensyukuri setiap hal yang Tuhan berikan pada kita. Bahkan dari hal-hal kecil sekalipun.

Ini salah satu hal yang mungkin dianggap kecil oleh kebanyakan orang, namun sangat-sangat berarti bagi saya yang memiliki penyakit OCD:

Saya sangat luar biasa bersyukur jika dapat pulang dari laboratorium dengan lancar tanpa harus bolak-balik lagi mengecek ini-itu. Sepanjang perjalanan pulang juga lancar tanpa saya harus berbalik arah beberapa kali untuk mengecek apakah tadi ada orang/kendaraan yang tidak sengaja saya senggol. Sesampai di rumah saya bisa langsung mandi, shalat, makan, dan kemudian membuka laptop untuk online/nge-blog atau membuat resume pekerjaan saya hari itu.

Semua itu anugerah yang sangat besar bagi saya. Tidak, itu sama sekali bukan hal yang lucu atau menggelikan jika Anda tahu dulunya saya bisa memakan waktu berjam-jam hanya untuk bersiap-siap pulang dari lab karena berkali-kali mengecek lampu, keran air, alat-alat lab, pintu.... Dan juga tidak pula menggelikan jika Anda tahu saya bisa berlama-lama di jalanan karena beberapa kali berbalik arah untuk mengecek apa tadi ada orang/kendaraan yang saya senggol secara tidak sadar? Apakah ada kendaraan lain yang bertabrakan karena saya?

Padahal di satu sisi saya tahu bahwa saya tidak melakukannya. Namun dulu saya terlalu lemah untuk melawan dorongan OCD saya itu. Saya pernah membaca orang dengan penyakit OCD memiliki struktur otak yang membuat mereka kesulitan untuk tidak melakukan dorongan-dorongan OCD-nya.

Namun kita harus yakin dengan izin Tuhan bahwa kita bisa sembuh. Kebiasaan-kebiasaan OCD yang membuat kita depresi dapat kita kontrol asal kita mau berusaha untuk menyembuhkan diri kita sendiri, salah satu langkah awalnya yaitu dengan berkonsultasi pada psikolog.

Bagi orang normal, mungkin biasa apabila dapat mematikan lampu sekali dan yakin, menutup keran air sekali dan yakin, mengecek kompor sekali dan yakin, mengunci pintu sekali dan yakin, serta berbagai perbuatan lain, semuanya cukup dilakukan sekali dan yakin.

Namun, bagi orang yang menderita OCD, adalah sebuah anugerah yang sangat besar jika dirinya mampu melakukan semua itu.

Oh iya, saya mohon dengan sangat untuk membaca postingan-postingan saya yang lain tentang OCD ya (Klik Di Sini). Sebab postingan ini tidak berdiri sendiri. Sangat penting untuk membaca postingan-postingan yang sudah ada sebelumnya agar tidak terjadi salah kaprah terhadap OCD. :)

Demikianlah isi postingan saya kali ini, sebenarnya tak hanya ingin berbicara dalam ruang lingkup OCD. Intinya mengajak kita bersama-sama untuk mensyukuri anugerah Tuhan sekecil apapun. Sebab sesungguhnya tidak ada anugerah Tuhan yang kecil. Tidak ada. Terkadang hal-hal yang kita anggap remeh/kecil merupakan hal-hal yang besar dan sangat berarti bagi orang lain. Semoga kita dapat senantiasa bersyukur.

Postingan ini sekaligus sedikit 'menyicil hutang' atas dorongan seorang kakak yang nun jauh di sana (kak yaneet mana kak yaneet... XD) yang menyarankan untuk menceritakan penyakit OCD saya dengan lebih detail di blog supaya dapat lebih dimengerti oleh pembaca serta supaya dapat lebih memberikan manfaat. Amiiinnn. 

Mohon maaf baru ini yang saya bisa tulis lagi. Saya masih berhutang postingan mengenai penyakit OCD yang saya alami dengan lebih detail dan juga postingan mengenai tips penyembuhan OCD dari segi agama Islam yang saya dapat dari blog seorang teman. Mohon terus ingatkan saya ya, teman-teman. Saya akan terus berusaha meng-update blog ini di sela-sela kesibukan saya menyelesaikan skripsi.

Tetap semangat teman-teman. Maju terus. ^_^




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Delyanet Karmoni said...

Varlaa...

Wah, sampai segitunya ternyata OCD tu y Var.... :(
Kk yang awam jadi lebih tahu dan lebih terbayang.. Varla mulai kenanya dari usia berapa, Var? Aduuh, pasti capek bolak-balik mengulang perkerjaan yg sama cm untuk meyakinkan diri :((

Makasih ya udah berbagi cerita, dek.. Semoga lekas diberi kesembuhan dan selalu ingat untuk bersyukur atas hal-hal yg udah dilewati. Manis atau pahit, apapun yg terjadi kepada kita pasti ada hikmahnya. Salah satunya, bisa jadi, Allah memberi jalan bagi kita untuk memberi manfaat kepada orang lain, jadi punya bahan untuk dishare dengan orang banyak, dan mudah-mudahan bisa membawa manfaat bagi orang lain. in sya Allah, aamiin..

Keep bloging, honey.. Ditunggu cerita lainnya yaaa.. ;)

Langit Khatulistiwa said...

sedang gak kalau di lab y, saye dulu pernah ninggalkan oven pengering alat nyala hari sabtu, senin baru ketahuan oven nye hidup.... 3 hari... semue alat plastik meleleh didalam oven.... kayaknye ini belawan dengan OCD... Disremember.... :)

Post a Comment

Silakan berikan komentar Anda mengenai postingan ini, terima kasih :)

Silakan mengisi buku tamu :)