Powered by Blogger.
RSS

Pengalaman Mengajar: Doni dan Organisme Bersel Satu

Satu cerita mengesankan hadir dalam aktivitas mengajar SMA saya minggu ini. Minggu ini adalah minggu ketiga pertemuan kelas biologi kelas X. Sesuai rencana, sebelum dimulainya kelas saya memberikan kejutan pada siswa berupa kuis tanya-jawab. Selain memang senang mengejutkan siswa :D, di sisi lain saya juga ingin mengevaluasi apakah para siswa dapat memahami pelajaran yang saya berikan. Paling tidak apabila ada kekurangan saya dapat mengetahuinya lebih awal.

Ada seorang siswa yang sangat pendiam, sebut saja namanya Doni. Selain pendiam, Doni juga kaku seperti es, termasuk pada gurunya. Hal ini saya tangkap ketika saya menyebutkan namanya dalam diskusi. Jadi di awal pertemuan saya berusaha membangun pemahaman siswa bahwa tujuan dari belajar biologi bukan hanya sekedar untuk mendapatkan biologi... atau untuk sekedar naik kelas, namun juga untuk mengenal Tuhan.

Saya berkata,"Misalnya saja Doni mendapat sebuah surat cinta. Sebuah surat yang berisikan pujian, Doni kamu yang terganteng, kamu yang paling sempurna, kamu begitu indah, aku mencintaimu bla bla bla dan seterusnya. Surat itu tanpa nama pengirim. Nah, penasaran gak siapa yang mengirimnya?"

Aku menoleh pada Doni dan Doni menatap saya kaku. Tersenyumlah atau apapun, kata saya dalam hati. Seisi kelas terbawa cerita, namun Doni hanya melihat saya tanpa ekspresi. Saya menangkap sedikit perasaan tidak suka di wajahnya karena dilibatkan dalam cerita. Entahlah.



Akhirnya saya pun melanjutkan pada penjelasan berikutnya, bahwa alam semesta ini, dengan segala kompleksitasnya serta berbagai macam keindahan yang begitu teratur tentunya memancing tanya kita siapakah yang telah menciptakannya. Belum lagi berbagai macam organisme yang hidup di dalamnya dengan jumlah yang sangat banyak. Masing-masing memiliki keunikan sendiri dan manusia-lah yang diciptakan paling sempurna. Kehidupan yang telah dianugerahkan pada diri kita. Kita dapat berpikir, bernapas, bergerak, tumbuh, berkembang, dan segala aktivitas hidup lainnya. Kehidupan bekerja di dalam tubuh kita, terkadang tanpa kita sadari. Semua pemberian Tuhan itu tentunya memancing kita untuk mengenal-Nya. Sama seperti ketika kita diberikan surat cinta yang sangat indah oleh pengirim tanpa nama :). Begitulah motivasi yang saya coba berikan pada siswa.

Waktu-waktu berikutnya saya mulai memperhatikan bahwa sepertinya agak sulit membuat Doni tertarik dengan pelajaran. Dia tipe siswa yang pasif dan terkadang saya menangkapnya sedang menunduk ketika saya menjelaskan, atau malah berbicara dengan teman sebangkunya.

Pertemuan kedua, kami membahas mengenai ciri makhluk hidup, salah satunya bahwa makhluk hidup terdiri dari sel. Ada yang multiseluler, ada pula yang uniseluler. Pada slide mengenai organisme uniseluler atau organisme yang hanya terdiri dari satu sel, saya tampilkan gambar Amoeba dan bakteri Escherichia colii. Saya ingat pernah diberikan satu folder berisi video beberapa jenis Protista yang masih hidup. Saya pun berjanji pada anak-anak akan membawa video Amoeba pada pertemuan ketiga kami.

Dalam sesi tanya-jawab acak pada pertemuan ketiga, ada sekitar lima belas orang siswa yang mendapat 'hadiah kejutan' dari saya. Saya bersyukur ternyata masih banyak yang mampu menjawab, walau tak semuanya tepat. Yah, paling tidak kami mendapat kesempatan untuk mengulasnya kembali bersama-sama.

Doni mendapat pertanyaan 'apa yang dimaksud dengan organel' dari saya. Ia sempat berpikir beberapa lama namun memberikan jawaban yang salah,"Amoeba," katanya.

"Bukan, Doni," kata saya,"Amoeba itu salah satu contoh organisme bersel satu."

Sesi tanya-jawab selesai, sebelum memulai pelajaran saya pun menepati janji untuk membuka video beberapa macam Protista pada anak-anak. Pertama kali, saya membuka video pergerakan Amoeba. "Nah, kalian lihat kan, kaki semu yang dibentuk oleh Amoeba untuk membantu pergerakannya? Makanya dia termasuk Filum Rhizopoda. Ini Amoeba yang kamu lihat gambarnya minggu lalu dan kamu sebut tadi, Doni...," saya menoleh pada Doni.

Ketika itulah saya menangkap pemandangan yang tidak biasa. Doni yang biasanya saya lihat tanpa antusiasme, kali ini memajukan posisi duduknya dengan leher dan dagu yang terangkat. Matanya tajam mengamati pergerakan Amoeba yang tampak pada layar. Ia tampak terkagum-kagum. Melihat ketertarikannya saya melanjutkan,"Nah lihat kan, ternyata makhluk yang hanya terdiri dari satu sel saja diberikan Tuhan kemampuan untuk bertahan hidup, walau dengan cara yang lebih sederhana."

Selama sisa pelajaran, Doni mulai menunjukkan antusiasme terhadap apa yang saya ajarkan. Wajahnya saat pertama kali menyaksikan pergerakan Amoeba di video tidak dapat saya lupakan. Mahkluk bersel satu itu telah berhasil menarik perhatian seorang anak pendiam yang awalnya tidak tertarik dengan pelajaran. Mengapa? Mungkin karena mahkluk itu begitu mengagumkan. Sebagai bukti kebesaran Tuhan yang mampu menganugerahkan kehidupan sekalipun pada makhluk yang sangat kecil dan sederhana. Makhluk yang mungkin terabaikan dan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan manusia.

Saya ingin murid-murid saya, jadi apapun mereka nanti, mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang saya berikan. Tertanam baik dalam hati dan pikiran mereka dan memberikan buah yang baik pada akhlak dan perbuatan. :) 



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Janiarto Paradise said...

cerita yang emmm.... apa yah... menyenangkan, menyenangkan sekali bisa membuat orang lain bersemangat untuk belajar... :D

Varla Dhewy said...

makasih dah mau baca bang :D :D

Post a Comment

Silakan berikan komentar Anda mengenai postingan ini, terima kasih :)

Silakan mengisi buku tamu :)