Powered by Blogger.
RSS

Pause

Kamu tahu saat semesta terhenti?

Saat bunyi hujan yang turun seolah terbang menjauhi gendang telinga namun suara desisnya masih saja terdengar

Saat aku membenamkan wajah ke dalam peluk dan membiarkan benang-benang wol menghangatkan pori-pori wajahku

Dan ketika itu aku dapat mendengar dengan jelas suara detak jantung di hadapan dahiku

Dan seolah-olah aku tidak akan pernah merasakan kekhawatiran lagi

Sayangnya itu bukan kamu -yang telah pergi

Sayangnya itu bukan kamu -yang ketika mengingatnya- membuat sembilu di hati terasa makin nyeri

Namun izinkanlah sejenak aku berharap kalau itu adalah kamu

Kamu kembali

Dan dalam keheningan kita nikmati bisikan hujan

Bersama.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

rahmat sudiro said...
This comment has been removed by the author.

Post a Comment

Silakan berikan komentar Anda mengenai postingan ini, terima kasih :)

Silakan mengisi buku tamu :)